Semua manusia memiliki sifat yang berbeda, ada manusia yang memiliki sifat menyenangkan dan ada juga manusia yang memiliki sifat tidak menyenangkan. Hal ini juga berlaku bagi seorang dosen pembimbing. Dosen pembimbing adalah dosen yang ditunjuk oleh pejabat universitas untuk memberikan bimbingan kepada mahasiswa, baik S1 maupun S2. Sebagai manusia, dosen pembimbing juga memiliki sifat yang menyenangkan dan sifat yang tidak menyenangkan. Sifat-sifat dosen pembimbing yang menyenangkan antara lain : mau menolong/membantu, jujur, tulus/ikhlas dan tidak mempersulit mahasiswa (mau menyediakan waktu) . Sedangkan sifat dosen pembimbing yang tidak menyenangkan antara lain : otoriter, sok tahu (hasil tulisan mahasiswa selalu dianggap salah), pelupa, mata duitan (matrek) dan suka mempersulit mahasiswa yang dibimbingnya (alasan selalu sibuk, padahal tidak sibuk). Sejatinya fungsi seorang dosen pembimbing adalah membantu dan mengarahkan mahasiswa agar dapat menyelesaikan tugas akhirnya (Skripsi atau Tesis) tepat pada waktunya. Namun, dalam kenyataannya banyak mahasiswa S1 dan S2 tidak dapat menyelesaikan tugas akhirnya (Skripsi dan Tesis) tepat pada waktunya dikarenakan dosen pembimbing memiliki sifat yang tidak menyenangkan (otoriter, sok tahu, pelupa dan selalu beralasan sibuk. Dosen pembimbing yang memiliki sifat yang demikian seharusnya dibuang dari universitas karena dapat menghambat perkembangan universitas itu sendiri.
Membahas seputar ekonomi, sosial, agama, politik, pendidikan, psikologi, dan lain sebagainya
Tampilkan postingan dengan label Tesis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tesis. Tampilkan semua postingan
Senin, 13 Januari 2014
Sabtu, 11 Januari 2014
Proposal Tesis
Tesis adalah tugas akhir mahasiswa S2 (Pasca Sarjana) dan merupakan salah syarat untuk memperoleh gelar Magister (MM, MSi, MT, MAk, MHum, ME, MPA, MPsi, MP, dan lain sebagainya). Sebelum mengerjakan Tesis secara keseluruhan, umumnya mahasiswa diwajibkan membuat proposal (usulan penelitian). Jika proposal (usulan penelitian) disetujui dosen, maka Tesis dapat dikerjakan secara keseluruhan. Jika proposal (usulan penelitian) tidak disetujui, maka mahasiswa diwajibkan membuat proposal (usulan penelitian) baru. Pada dasarnya ada dua cara dalam membuat proposal tesis, yaitu :
A. Proposal Mini
Proposal mini adalah suatu bentuk proposal yang hanya meliputi :
- Latar Belakang Masalah
- Perumusan masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Jenis Penelitian
- :Populasi dan Penentuan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Variabel dan Pengukuran
- Teknik Analisis Data
- Daftar Pustaka
Proposal penuh adalah suatu bentuk proposal yang meliputi :
Bab I : Pendahuluan :
- Latar Belakang Masalah
- Perumusan masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Tinjauan Pustaka
- Hipotesis
- Jenis Penelitian
- Populasi dan Penentuan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Variabel dan Pengukuran
- Teknik Analisis Data
Sistematika penulisan proposal Tesis yang disebutkan di atas, hanya merupakan contoh, karena sistematika penulisan tesis antara universitas satu dengan universitas lainnya berbeda. Semoga bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)